Landasan teoritis media pembelajaran
Landasan Teoritis Media Pembelajaran dan ciri-ciri media pembelajaran
- Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik
agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan
datang. pendidikan memiliki nilai yang strategis dan urgen dalam
pembentukan suatu bangsa. Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai suatu
upaya untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa tersebut. Sebab lewat
pendidikanlah akan diwariskan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh
bangsa tersebut.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap
individu disepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya
interaksi antara individu dengan lingkungan hidupnya. Oleh karena itu,
belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Apabila proses belajar
itu diselenggarakan secara formal seperti di sekolah-sekolah, tidak
lain adalah bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara
terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Semua interaksi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain
terdiri atas peserta didik, pendidik, materi pembelajaran dan peralatan
media pembelajaran. Oleh sebab itu media pembelajaran merupakan suatu
yang mesti ada dan benar-benar di perhatikan, sehingga pembelajaran
dapat berjalan dengan baik.
- Rumusan Masalah
- Apa-apa saja landasan dalam media pembelajaran?
- Dan apa-apa saja ciri-ciri yang ada dalam media pembelajaran?
- Tujuan Penulisan
- Menjelaskan landasan tentang media pembelajaran
- Menjelaskan dan memaparkan ciri-ciri media pembelajaran
BAB II PEMBAHASAN
- Landasan Teoritis Media Pembelajaran
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan. Di dalam proses
penyampaian informasi ini dengan menggunakan saluran (media) maka
komunikan akan menerima informasi/pesan tersebut melalui kelima panca
inderanya (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecap).
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran,
antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
- Landasan filosofis. Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
- Landasan psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat.
- Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
- Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
- Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol.
Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai
landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut
pengalaman Dale (Dale’s Cone of Experience).
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam
meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja
membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan
nilai tambah pada kegiatan pembelajaran. Kerucut pengalaman Dale diatas
mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar yang akan
diperoleh oleh peserta didik, mulai dari pengalaman belajar langsung,
pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman
belajar yang bersifat abstrak. Materi yang ingin disampaikan dan
diinginkan peserta didik dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Guru
sebagai sumber pesan menuangkan pesan-pesan dalam simbol-simbol tertentu
(encoding) dan peserta didik sebagai penerima menafsirkan simbol-simbol tersebut sehingga dipahami sebagai pesan (decoding).
- Landasan teknologis. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi, teknologi komunikasi dan informasi mengalami kemajuan
yang sangat pesat untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi
di masyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap
pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat
pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional,
karena cara ini tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan
masyarakat. Hasil teknologi telah sejak lama dimanfaatkan dalam
pendidikan. Banyak yang dharapkan dari alat- alat teknologi pendidikan
yang membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan sehingga dapat
membantu siswa belajar secara individual dengan efektif dan efisien.
Dalam konteks pendidikan yang lebih umum, ataupun hanya proses belajar mengajar, teknologi pendidikan merupakan pengembangan penerapan, dan penilaian sistem , teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar manusia. Dengan demikian, aspek- aspeknya meliputi pertimbangan teoritik yang merupakan hasil penelitian, perangkat dan peralatan teknis atau hardware, dan perangkat lunaknya atau software.
Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan peserta didik belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknolog-teknolog di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik sesuai dengan karakteristiknya.
Dalam upaya itu, teknolog berkerja mulai dari pengembangan dan pengujian teori-teori tentang berbagai media pembelajaran melalui penelitian ilmiah, dilanjutkan dengan pengembangan disaignnya, produksi, evaluasi dan memilih media yang telah diproduksi, pembuatan katalog untuk memudahkan layanan penggunaannya, mengembangkan prosedur penggunaannya, dan akhirnya menggunakan baik pada tingkat kelas maupun pada tingkat yang lebih luas lagi. Semua kegiatan ini dilakukan oleh para teknolog dengan berpijak pada prinsip bahwa suatu media hanya memiliki keunggulan dari media lainnya bila digunakan oleh peserta didik yang memiliki karakteristik sesuai dengan rangsangan yang ditimbulkan oleh media pembelajaran itu. Dengan demikian, proses belajar setiap peserta didik akan amat dimudahkan dengan hadirnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu: - Meningkatkan produktivitas pendidikan ( Can make education more productive). Dengan media dapat meningkatkan produktivitas pendidikan antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar siswa, membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar siswa.
- Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual (Can make education more individual).Pembelajaran menjadi lebih bersifat individual antara lain dalam variasi cara belajar siswa, pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.
- Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran ( Can give instruction a more scientific base). Artinya perencanaan program pembelajaran lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang karakteristik siswa, karakteristk bahan pembelajaran, analisis instruksional dan pengembangan disaign pembelajaran dilakukan dengan serangkaian uji coba yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
- Lebih memantapkan pembelajaran (Make instruction more powerful).
Pembelajaran menjadi lebih mantap dengan jalan meningkatkan kapabilitas manusia menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, di mana informasi dan data yang diterima lebih banyak,lengkap dan akurat. - Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung/seketika (Can make learning more immediate). Karena media mengatasi jurang pemisah antara peserta didik dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi, dapat menyajikan “kekonkritan” meskipun tidak secara langsung.
- Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas (Can make access to education more equal)[1].
- Landasan empiris. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri
- Ciri-Ciri Media Pembelajar
- Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Media pembelajaran memiliki kemampuan untuk merekam, menyimpan,
melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Banyak
kejadian-kejadian penting atau objek-objek yang harus dipelajari oleh
siswa. Kejadian-kejadian itu tentu saja sering kali sudah berlalu,
misalnya saja peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di suatu
negara. Siswa dapat mepelajari bagaimana peristiwa atau
kejadian-kejadian itu melalui rekaman video dokumentasi, dan foto-foto.
Objek-objek biotik ataupun abiotik yang unik dan harus dipelajari oleh
siswa dapat dihadirkan dengan gampang diruang kelas dengan rekaman video
atau foto. Peristiwa dan objek-objek pembelajaran dengan demikian dapat
dihadirkan setiap waktu jika dikehendaki.
- Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Kejadian yang berlangsung berhari-hari bahkan bertahun-tahun dapat
disajikan dalam waktu beberapa menit saja. Banyak peristiwa atau objek
yang sulit diamati secara langsung dengan mudah diamati melalui media
pembelajaran berupa rekaman video dan foto. Bayangkan, siswa dapat
mempelajari bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan embrio di
dalam kandungan ibu hanya dalam waktu 10 sampai 15 menit. Proses ini
aslinya berlangsung selama 9 bulan di dalam tubuh ibu. Dengan bantuan
teknologi khusus dan proses perekaman yang kemudian dilakukan
manipulasi, waktu dapat dipersingkat dengan mempercepat dengan hanya
menampilkan kejadian-kejadian penting saja. Selain itu, bahkan proses
dapat diputar balik dan diulang-ulang. Kejadian yang berlangsung cepat
juga dapat diperlambat. Teknologi telah menjadikan media pembelajaran
mempunyai peranan yang amat penting untuk memberikan pemahaman akan
suatu peristiwa atau objek bagi siswa. Manipulasi kejadian atau objek
dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu. [2]
- Ciri Distributif (Distributive Property)
Dengan penggunaan media pembelajaran, kejadian atau objek pada suatu
tempat dapat disebarkan ke tempat lain dengan mudahnya. Rekaman film dan
foto, pada era digital sekarang dengan sangat mudah didistribusikan
tanpa terkendala ruang dan waktu. Kejadian di daerah-daerah yang sulit
atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan di
ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Penggunaan
internet atau perangkat penyimpan data seperti flashdisk, CD, dan
sebagainya memudahkan bahan-bahan pembelajaran tersebut didistribusikan.
Konsistensi informasi yang terdapat didalamnya akan selalu terjaga
sebagaimana aslinya.[3]
BAB III PENUTUP
- Kesimpulan
- Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat si penerima pesan.
- Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris. Landasan filosofis, Landasan psikologis, Landasan teknologis, Landasan empiris
- Ciri-Ciri Media Pembelajaran: Ciri Fiksatif (Fixative Property), Ciri Manipulatif (Manipulative Property), Ciri Distributif (Distributive Property.
Mnurut anda bhaimana kah media pmblajaran yg baik itu?
BalasHapusizin menanggapi. menurut saya media pembelajaran yang baik adalah media yang mempertimbangkan dan memnuhi semua prinsip2 dalam mengembangkan media. sehingga media dapat digunakan dengan maksimal dan pembelajaranpun menjadi lebih optimal. terima kasih
Hapusizin mencoba menambahkan jawaban aulia media pembelajaran yang baik yaitu media yang dapat dipahami oleh siswa atau mudah dimengerti apa yang kita ajarkan dan dapat memberi motifasi dan menarik minat siswa untuk belajar.
Hapusmenurut saya media pembelajaran yangbaik itu apabila reliabel, artinya bermanfaat dimanapun bisa di pahamiketika digunakan di beda-beda sekolah .
Hapusmenurut mas iqbal apakah landasan landasan media di ats harus terpenuhi? bagaimana jika sebagian dan atau tidak sama sekali terpenuhi?
BalasHapusmenurut saya landasan media itu bisa saja harus terpenuhi, karena landasan itu sebagai teori dari suatu media, apa itu media, bagaimana pengaplikasiannya, nah dari segi pola pikir kita media itu sudah tau, media itu sangat penting bagi perkembangan zaman globalisasi, jdi dari landasan -landasan bisa kita simpulkan bahwa dalam penggunaan media sangat lebih memudahkan aktivitas dan mengakses yang kita butuhkan dari segi positif, karena landasan teori itu lah media tidak akan sejalan sampai sekarang.
Hapusmenurut abang bagaimana peranan pihak sekolah dalam mendukung media pembelajaran?
BalasHapusPeranan pihak sekolah dalam mendukung media pembelajaran yaitu :
Hapus1. Memotivasi Guru untuk membuat perangkat pembelajaran aktif
2. Guru diberikan keikutsertaan dalam pelatihan membuat media di suatu lembaga
3. Sarana dan Prasana sebagai alat pendukung media secara optimal
Menurut saya peranan pihak sekolah yakni membuat program yang melibatkan guru guru dalam merancnag dan membuat serta menggunakan media ICT dalam pembelajaran
Hapussaya setuju dengan pendapat sutrimo dan pihaksekolah juga harus melengkapi sarana dalam pembelajaran contohnya seperti auto focus dan lain sebagainya
HapusIzin bertanya. seperti yang kita ketahui orang-orang sudah sangat dekat dengan ict dan banyak menggunakan ict, dan kita juga tahu bahwa ict pun juga memiliki kelemahan. menurut bng iqbal bagaimanakah sebagi guru kita dapat menyeimbangkan penggunaan media berbasis ict dan non ict? terima kasih
BalasHapusbagaimana guru dapat menyeimbangkan penggunaan media berbasis ict dan non ict bisa dilakukan dengan cara gaya belajar seorang guru, apabila guru kesulitan untuk menjelaskan materi berupa gambar atau video daripenjelasan materi dalam kehidupan sehari - hari, sehingga guru bisa membuat suatu media yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan, nah, bagaimana kita menyeimbangkan penggunaan non ict, misalnya proses pembelajaran didalam suatu materi sangat sulit dan jawaban dari suatu penyelesaian sangat panjang, hal ini menurut saya tidak perlu guru menggunakan media ict karena penjelasan guru lah siswa lebih mengerti daripada hanya melihat dan mendengarkan melalui ict, oleh karena itu pembelajaran bisa balence apabila guru dapat memilih dan mengetahui dimana pada tempatnya menggunakan media ict atau non ict.
HapusIqbal, pada materi diatas, terdapat 3 ciri media pembelajaran. Nah, tolong berikan contoh dalam pembelajaran matematika yang bagaimana ya?
BalasHapusTerimakasih.
3 ciri media pembelajaran yang harus diperhatikan bedasarkan contoh dalam matematika:
Hapus1. Ciri Fiksatif
Media pembelajaran memiliki kemampuan untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Banyak kejadian-kejadian penting atau objek-objek yang harus dipelajari oleh siswa. Kejadian-kejadian itu tentu saja sering kali sudah berlalu, misalnya dalam proses pembelajaran matematika dikaitkan dalam materi himpunan dimana materi tersebut dapat menimbulkan suatu kejadian peristiwa sehari - hari dengan cara mengelompokkan dari semua anggota yang dikumpulkan siswa hal ini dalam proses k 13 termasuk tahapan mengamati dan diberikan gambaran bisa berupa refleksi dari pembelajaran tersebut
2. Ciri Manipulatif
Kejadian yang berlangsung berhari-hari bahkan bertahun-tahun dapat disajikan dalam waktu beberapa menit saja. Banyak peristiwa atau objek yang sulit diamati secara langsung dengan mudah diamati melalui media pembelajaran berupa rekaman video dan foto. Misalnya dalam pembelajaran matematika diperlukan suatu materi yang bisa kita jawab secara cepat dengan menggunakan rumus dan ada juga menyelesaikan soal dengan cara manual, nah hal ini dapat dimanipulasikan penyelesaian dapat dikerjakan secara cepat seperti materi Pola Bilangan, karena materi pola bilangan dari suku pola pertama sampai pola suku ke - n nilainya belum diketahui, dari penyelesaian ini bisa diselesaikan secara manual atau bisa dijadikan penyelesaian cara cepat menggunakan rumus.
3. Ciri Distributif
Dengan penggunaan media pembelajaran, kejadian atau objek pada suatu tempat dapat disebarkan ke tempat lain dengan mudahnya. Rekaman film dan foto, pada era digital sekarang dengan sangat mudah didistribusikan tanpa terkendala ruang dan waktu. Kejadian di daerah-daerah yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan di ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Misalnya sebuah materi bangun ruang yang disiapkan oleh guru berupa bentuk media atau video pembelajaran, dari segi proses pembelajarannya pun tidak ada hambatan siswa bisa mempelajari ulang yg disampaikan, apabila materi tersebut masih belum dipahami oleh siswa tersebut baik individu, kelompok maupun forum.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIzin bertanya, apakah sifat distributif sangat perlu dilakukan dalam pembuatan media pembelajaran matematika???
BalasHapusTrus bagaimana cara kita menyikapi semua kendala dalam distributif media Ict??
sangat perlu dilakukan karna dalam pembuatan media pembelajaran matematika sangat bermanfaat, apabila seorang guru tidak bisa hadir dalam proses KBM, maka alternatif lainnya adalah guru memberikan suatu video ataupun dari media pembelajaran, agar pembelajaran tersebut dapat terlaksana dengan baik, dari segi ciri distributif sesuai dengan artikel ini bahwa kesimpulannya untuk semua kalangan bisa dipelajari tidak ada hambatan nya, apabila tidak ada pengajar bisa belajar secara mandiri.
HapusKendala dalam distributif media ict, tentu ada salah satunya adalah siswa biasanya susah mau mempelajarinya apabila guru tidak ada, untuk menyikapi nya, dari sebuah media tersebut diberikan latihan dan dikumpulkan sesuai batas yang diinginkan guru.
Bagaimana ciri fiksatif ini.pada penerapan pembelajaran matematika?'
BalasHapusCiri Fiksatif dalam penerapan pembelajaran matematika mengutamakan siswa memiliki kemampuan untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Banyak kejadian-kejadian penting atau objek-objek yang harus dipelajari oleh siswa. Kejadian-kejadian itu tentu saja sering kali sudah berlalu, dalam penerapan nya sesuai dengan kurikulum k13 masuk ketahap proses mengamati dari sebuah pembelajaran,
Hapuskalau media pembelajaran buat anak berkebutuhan khusus gimana?
BalasHapusUntuk siswa berkebutuhan khusus diperlukan bantuan tenaga ahli yang mengajarkan siswa tberkebutuhan khusus tersebut, apakah diperlukan suatu media pembelajaran untuk disabilitas, sangat perlu karena media pembelajaran adalah alat penunjang tambahan yang bisa dilakukan dalam proses pembelajaran, seperti buku cetak, alat menghitung dan buku aksara
HapusMenurut iqbal, bagaimana cara efektifnya menginformasikan kepada guru senior tentang pentingnya pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran?
BalasHapusIzin menanggapi..menurutsya cranya adalah dengan diberikan suatu pelatihan atau melalui suatu forum belajar bagi guru". Kalau di skolah saya ada yg namanya SIG(Studi Intensif Guru). Jd dlam forum itu lah guru menggali kemampuan berbahasa asingnya, kemampuan tahfidz dn ict nya
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMenurut iqbal, bagaimana cara efektifnya menginformasikan kepada guru senior tentang pentingnya pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran?
BalasHapusbagaimana cara efektif dalam mengomunikasikan pentingnya penggunaan ict kepada guru senior, dengan cara diberikan pelatihan yang cukup, bisa melalui komunitas dari suatu pelajaran dari kalangan pendidikan, dan memberikan motivasi yang kuat dalam membuat media tersebut, serta memberikan pembekalan dan difokuskan dalam penggunakan sebuah media yang akan dibuat dari software PPT, Flash, Camtasia dll, agar dapat memudahkan guru untuk membuat suatu media ICT untuk diaplikasikan, sehingga guru senior akan terbiasa dan mau mengembangkan sebuah media ICT
HapusMenurut bang iqbal, landasan yang seperti apa yang daoat kita gunakan dalam merancang suatu media pembelajaran pada anak yang memiliki keterbelakangan mental???
BalasHapus